… dan kita semua senantiasa dalam prasangka. Apa yang kita sangka buruk belum tentu itu keburukan begitu sebaliknya, atau boleh kita wedarkan bagaimana tatkala ki Lurah Bagong ingin mencari jati diri, mencari tirto wening sejati alias kebenaran sejati, Ki Semar memerintahkan Bagong untuk mencari syarat berupa degan wulung, supaya is mengerti tentang kebenaran sejati.
Lalu ia mencari degan wulung untuk modul dalam menggapai pemahaman. Degan wulung terlihat hijau kulit luarnya dan semburat merah kulit dalamnya.
Semua masih tentang kulit dimana ijo dan abang itu bak benar dan salah, seperti baik dan buruk. Keduanya kulit yang disama dengankan prasangka. Prasangka kita cenderung dalam taraf permukaan. Kulit benar dan kulit salah hanyalah prasangka yang belum bisa putih laiknya putih yang sejati, sedang tirto sejati di dalam degan wulunglah tercipta dari kebenaran sejati. Kebenaran yang hanya milik Gusti Ingkang Murbeng Dumadi.
….
Sorenya bersama dulur lanang Agus, Demak Bintoro menunggu hangatnya wedang ronde di plataran Masjid Agung. Sedikit intermezo menyembuhkan roso kangen.
…

Leave a Reply