Perfeksionis adalah masalah psikologi yang dapat mendasar menjadi background daripada hidup anda.
Perfeksionis dapat menjadi masalah ketika:
- Menjadikan anda gagal atau menjadikan anda tidak bahagia.
- Menjadikan anda merasa tidak pernah cukup baik.
- Menjadikan anda merasa tidak memiliki waktu yang cukup untuk sekedar melakukan yang terbaik bagi diri anda sendiri.
- Anda merasa rendah diri dan merasa terusik dengan segala kritik dari orang lain,
- Menjadikan anda tidak dapat bekerjasama dengan orang lain pada saat pertama kali.
- Standar anda terlalu tinggi dan anda sendiri tidak mampu menggapainya baik dengan emosi, atau energy.
- Menimbulkan kekawatiran dan perasaan tidak nyaman yang berlebihan.
- Menjadikan anda merasa takut salah dan takut jika dikucilkan.
- Menimbulkan persepsi yang aneh-aneh terhadap diri anda sendiri.
- Menciptakan hubungan yang tidak harmonis ketika berhubungan dengan orang lain.
Banyak orang tua yang seringkali menyembunyikan kesalahan terhadap anak-anaknya. Apa yang dilihat dan dirasakan tersebut menjadi produk akhir, sehingga orang tua bagi mereka adalah seseorang yang sempurna yang tak pernah membuat kesalahan.
Apa yang diingini perfeksionis adalah ingin diterima oleh orang lain tanpa menunjukkan kekurangan yang dimilikinya.
Perfeksionis senantiasa melibatkan masalah karakteristik, dimana setiap penampilan yang ingin ditunjukkan adalah penampilan yang sempurna, dan tertata rapi. Dibandingkan dengan orang lain, perfeksionis lebih banyak menekan dirinya sendiri lebih serius dalam segala hal. Disamping itu dia mengharapkan orang lain juga berbuat secara serius seperti apa yang dia lakukan. Perfeksionis sering merasa sulit untuk puas meskipun dalam setiap tindakan yang dilakukan sangat serius.
Orang yang perfeksionis dapat memandang sesuatu hal sangat jeli. Bagi mereka seolah-olah ada semacam peraturan atau cara yang baik dan yang benar. Biasanya cara yang baik adalah kesukaanya. Selain itu perfeksionis bisa sangat keras kepala dalam mempertahankan pilihanya.
Perfeksionis berharap atas dirinya sendiri berlebihan. Mereka berharap terhadap dirinya sendiri untuk tampil sempurna dan tidak untuk membuat kesalahan, khususnya dalam area dimana Ia tinggal. Orang dapat mengerjakan segala sesuatu dengan baik adalah utama bagi orang perfeksionis.
Perfeksionis juga dapat dicirikan pada masalah kebersihan.
Perfeksionis sangat membenci kesalahan. Perasaan terburuk yang dirasakan oleh perfeksionis adalah ketika orang lain lebih dulu mendapati kesalahan atas dirinya sebelum Ia berkesempatan membenahinya.
Perfeksionis juga sering mendapat masalah dalam keputusan-keputusan yang mengandung resiko, terlebih jika keputusan tersebut ada hubunganya dengan reputasi yang disandangnya.
Perfeksionis juga dapat bermasalah ketika membuat keputusan untuk dirinya sendiri. Ia kawatir dengan keputusan yang salah. Seringkali dalam mengambil keputusan, perfeksionis lebih memilih mengikuti keputusan yang diambil oleh orang lain untuk dirinya.
Perfeksionis seringkali mengontrol secara detail apa yang sedang Ia lakukan maupun apa yang sedang dilakukan oleh orang lain untuk dirinya. Walaupun terkadang Ia membiarkan orang lain dalam melakukan sesuatu untuk dirinya, perasaan tidak percaya masih sering muncul.
Perfeksionis sulit menyatakan orang lain dapat mengerjakan tugas sebaik yang dilakukanya.
Perfeksionis tidak hanya mempunyai harapan yang lebih terhadap orang lain, akan tetapi terhadap dirinya sendiripun demikian.
Kepercayaan diri yang kurang membuat perfeksionis lebih berhati-hati dalam bertindak, dan akan tetap membuat dirinya sulit untuk membagikan ide dan kreatifitas kepada orang lain. Inila nilai negative yang diperoleh perfeksionis dalam dunia kerja. Membagi ide berarti mengambil resiko untuk dikritik oleh orang lain.
Perfeksionis sering terkejar-kejar oleh waktu, ketika standar pekerjaan ia tentukan pada target deadline yang dibuatnya. Ketika deadline hampir mendekati, perfeksionis mulai merasa stress. Perfeksionis seringkali ingin menciptakan kesan yang baik dalam segala hal, tidak aneh apabila ia menekan dirinya sendiri untuk selalu berbuat sungguh-sungguh. Dan dengan deadline yang dibuatnya sendiri Ia benar-benar mengusahakan tindakan agar dapat mencapai apa yang diingininya.
Bagi perfeksionis membuat kesalahan adalah masalah besar. Dikucilkan karena kesalahan sangat dihindarinya. Untuk menghindari kesalahan yang bisa saja diperbuat, perfeksionis selalu memilih segala sesuatu yang paling tepat menurutnya.
Perfeksionis sulit untuk yakin terhadap kemampuan orang lain. I a seringkali kawatir dengan kapasitas pekerjaan atau kualitas orang lain. Baginya mengerjakan pekerjaan sendirian lebih baik. Kalaupun pekerjaan tetap dilakukan oleh orang lain, perfeksionis selalu saja memberikan instruksi ini-itu, dan sebagai hasil apabila pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain itu tetap tidak memuaskan kesimpulan yang akan dimuculkan adalah “ saya lebih baik mengerjakan hal tersebut sendirian”.
Pefeksionis butuh waktu dan energy yang banyak. Anda harus mampu memanfaatkannya. Pakailah kalau ketika sikap perfeksionis dibutuhkan atau diperlukan dan tinggalkanlah kalau sekiranya tak perlu.
Buatlah anda bebas dari rantai perfeksionis dan punyailah perasaan “Good Enough” dalam hidup anda.
Sumber: nevergoodenough

Leave a Reply