Mampir Kampung Inggris Kediri jemput kakang ragil bablas Batu Malang. Ratusan lembaga bahasa Inggris yang berdiri di kota Pare berhasil mengangkat brand image “Kampung Inggris”. Sebuah tempat yang patut dilirik keberadaannya sebagai wadah pendidikan, wadah penggiat semangat buat belajar sehingga muncul generasi yang terampil dan mandiri.
Rumah Inggris Parangjoro yang bersinergi dengan MedWist pendidikan perhotelan dan kapal pesiarpun dengan tidak malu juga meniru-niru konsep belajar bareng di sebuah lingkup yang kita sebut english dormitory alias belajar bahasa Inggris ber-asrama, dan tentu saja konsep kita adalah pembelajaran yang mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi yang selama ini kami ikuti.
Mungkin Parangjoro belum bisa di-branded sebagai kampung Inggris seperti di Pare atau desa America seperti Pengkol Nguter, tetapi paling tidak mulai ada pendatang yang berdatangan buat belajar di kampung Parangjoro, melalui sinerginya dengan MedWist, dan keterlibatan warga kampung, jajaran perangkat desa, selain wadah belajar lain dalam kemasan English Cafe yang bakal menggaet D’Sastro Cafe mulai 2018.
Lepas dari Pare menuju kasembon, kandangan menuju Batu tetap melewati Pujon dimana dataran lebih tinggi di antara wilayah Batu. 71’F cukup nyesssssss.
Perjalanan lanjut ke Batu dan sesampainya di rumah mbah, segelas kopi berhasil melepaskan penatku setelah berjam-jam terjebak macet panjang mulai dari Madiun, juga sedikit melupakan kegelisahan terhadap Parangjoro yang kian didirikan pabrik, dimana pemandangan indah bentangan sawah bakal musnah. Apapun itu I love Parangjoro, and I’ll try to love it, and you will be very wellcomed to come to Parangjoro to study with Us, in our english dormitory – MedWist / English Cafe.


Leave a Reply