Hal mendasar saat memberi pelayanan atau bersilaturahim adalah greeting dulu alias menebar sapaan dulu. Good morning, good afternoon, Selamat pagi, Selamat siang dll
atau yang sudah menjadi favorit, “Assalamualaikum wr.wb … Dengannya memuat komitmen dari lubuk hati untuk memberi rasa aman.
Mbah-mbah dulu memberi konstribusi kultur yang juga juosss sekali dalam menebar-nebar sapa selain senyum. Sudah ramah, blateeeer lagi. Grapyak – Sumanak ora cluthak.

Nyuwun sewu itu bukan berarti meminta uang bernilai seribu, melainkan “amit nyuwun sewu”. “maaf maaf maaf maaf, seolah beribu-ribu kali”. Lantas trend idiom nya hanya “nyuwun sewu”.
Apalagi ya?
~ Nderek langkung
~ Monggo
~ ….
~ ….
Teduh sekali …. jiwanya merunduk, komitmen memberi rasa aman tersampaikan. Ramah dan tulus … ini yang spontan dan telah menjadi software njawani nan luar biasa budaya kita.
Disanapun begitu, yang sepuh akan mengatakan ,”No please … No thank you …, INCRIDIBLE!”, kepada yang nylonang-nylonong.

Leave a Reply