Kapal Pesiar Keliling Dunia Mengunjungi Kutub Utara dan Kutub Selatan.

Ada sesuatu yang menakjubkan tatkala bisa keliling dunia. Kita mengarungi samudra luas. Menyinggahi berbagai kota-kota yang tersebar di banyak negara. Kapal berlayar dari dermaga Vancouver (Canada), menyusuri pantai barat America (West Coast), Hawaii, New Zealand menuju Australia kemudian naik ke kupalauan di Asia seperti Bali, Thailand, Korea, China, Jepang hingga menyeberangi lautan Pasific kemudian bisa tembus lagi sampai ke Vancouver (Canada). Itulah salah satu perjalanan dengan kapal pesiar yang penuh dengan kenangan tersendiri. Kesempatan menikmati waktu luang menjadi bagian penting. Mumpung ada waktu dan kesempatan, hasrat menjelajah bakal mendorong kuat untuk menggerakkan kaki. Jalan-jalan di negara orang. Mendokumentasikan momen terindah. Memburu kulineran khas daerah setempat. Membeli souvenir sebagai kenangan ataupun oleh-oleh. Atau justru getol mencari restoran-restoran Indonesia atau Asia sebagai pengobat rindu masakan rumah. Semua bakal dilakukan karena sudah menjadi dunianya berada di kapal pesiar.

Masih banyak orang yang mengira dengan bekerja di kapal pesiar, kita selalu berada di kapal alias berlayar terus menerus. Sebenarnya kita lebih banyak berlabuh di pelabuhan (Port of Call), tergantung jadwal dan jalur pelayaran kapal masing-masing. Wisata kapal pesiar selama tujuh hari, bisa mengunjungi 5 kota besar dan 2 diantaranya adalah perjalanan dilaut. Semua itu karena jarak tempuh antar kota atau antar negaranya yang agak jauh. Momen kompal-kampul dilautan ini disebut sea day. Kesempatan yang saat kompal-kampil ini dimanfaatkan oleh pihak managemen untuk program ship tour.  Managemen mengeluarkan program kepada segenap tamu untuk menikmati tour di dalam kapal pesiar. Peserta tour bisa mengenal berbagai seluk beluk ruangan yang ada di dalam kapal. Lokasi kabin mereka, lokasi tempat-tempat penting seperti restoran, kafetaria, bar, casino, tempat pertunjukan, dan lain-lain. Adapun untuk tour di area dapur (Kitchen Tour) juga mempertontonkan bagaimana kiprah para koki dalam membuat olahan-olahan dan kreasi kuliner. Jadi meskipun kompal-kampul di lautan, program wisata tetap berjalan. Ada saja kemasan-kemasan menarik yang menghibur.

Adapun saat kapal berlabuh maka sebagian besar tamu akan turun.  Mereka bisa ikut tour darat. Tersedia destinasi paket kunjungan yang kesemuanya sudah diatur rapi oleh sebuah departemen yang dipimpin oleh cruise director. Ada wisatawan yang mandiri melakukan kegiatan jalan-jalannya di sekitar pelabuhan. Ada pula tamu yang memilih untuk tetap di kapal menikmati mandi matahari di sekeliling kolam di salah satu bagian kapal. Tidak semua kapal pesiar akan keliling dunia. Kapal pesiar mempunyai rute perjalanan sendiri-sendiri. Ada yang di kepulauan Karibia, Meksiko, Bahama, Australia, Asia, Amerika dan lain-lain. Paket perjalanan tersebut diistilahkan sebagai cruise itinerary.

Around The World Cruise ….Ya ….tepat dan sesuai dengan namanya. Saya dibawa keliling dunia.  Dibawa ke tempat yang belum pernah terbayang sebelumnya. Decak kagum senantiasa terlontar dari lubuk hati yang paling dalam, serta saya dapati pernyataan yang mengiyakan akan keagungan Tuhan. “Subhanallah”. Maha Suci Allah dengan segala ciptaan-Nya.Banyak saya jumpai hal-hal baru. Mempelajari kebudayaan orang lain. Menyaksikan langsung berbagai keajaiban dunia, serta mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan orang yang berbeda bahasa.

Lain orang lain tujuan. Begitulah kira-kira motivasi yang mendasari setiap orang. Ada yang lebih suka menggunakan waktu-waktu luangnya untuk hal positif. Ada pula kecenderungan menghabiskan waktnya untuk hal negatif. Hal negatif adalah dunia senang-senang yang identik dengan menghamburkan uang hasil jerih payahnya sendiri. Mengikuti gaya hidup yang kurang kontrol. Menuruti keinginan untuk melampiaskan hawa nafsu.   

Suatu sore, kapal meninggalkan pelabuhan Ft.Lauderdale America. Hari itu sunset kelihatan menarik dilihat dari mouring deck tempat saya berdiri. Tempat  untuk mengoperasikan jangkar maupun tambang pengikat kapal yang biasa dipakai nge-dock (bersandar). Waktu itu karyawan bebas berada di tempat ini. Penyempurnaan sistem dengan alasan safety tempat ini akhirnya  menjadi tertutup. Kecuali petugas dilarang masuk. Memang beda sekali. Kini tidak  ada karyawan yang menikmati sore, merokok atau membawa secangkir kopi kesana. 

Sore itu, arloji di tangan baru menunjukkan angka 18.30. Suasana masih terang. Kapal melaju semakin kencang menjauhi pelabuhan. Kota Ft. Lauderdale hanya terlihat seperti garis hitam memanjang. Selesai sudah shift kedua pekerjaan. Saya sengaja tidak langsung  ke kamar yang letaknya hanya berada di satu deck ke bawah. “Subhanallah”…udara segar terhirup banyak hingga memenuhi paru-paru. Perasaan lega menggantikan penat setelah beberapa jam berada di rutinitas pekerjaan. Sendiri dalam waktu seluang ini sungguh berdampak sekali. Bisa menjadikan fresh.

Perjalanan satu kontrak memakan waktu kurang lebih sepuluh bulan. Tidak ada hari libur sama sekali. Waktu dikemas dalam urutan kontrak. 1,2,3 atau 5 tahun. Seakan menjadi waktu yang dirasa singkat sekali. Itulah yang dirasakan. Melihat waktu ke belakang seolah baru kemarin. “Hemm..ternyata sudah lama saya disini”, gumam saya waktu itu.  Mata memperhatikan buih-buih putih dari air yang terkena propeller atau baling-baling kapal.

Sampai detik itu tidak terbayang jika saya sendiri dapat membuktikan  bahwa bumi ini bulat. Dan memang bumi ini bulat. Dari Alaska yang berada di wilayah kutub utara saya berlayar hingga ke ujung selatan kota Tazmania yang merupakan wilayah kutub selatan. Lewat dari sisi timur, kembali lewat sisi barat.  

Bekerja di kapal pesiar memberi kesempatan untuk keliling dunia. Ini mungkin salah satu keuntunganya. Bagi saya catatan-catatan kecil di buku pribadi menjadi memoir tersendiri seiring menghabiskan masa kontrak di kapal. Saya menyempatkan untuk mendokumentasikan nama-nama negara yang terkunjungi berikut catatan kecil untuk sedikit peristiwanya. Saya mengunjungi America, Canada, Caribbean Island, Spanyol, Perancis, Portugese,  Italy, Australia, New Zealand, Hawaii, Singapore, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, China, Korea, Jepang, Papua New Geunea, dan lain-lain.

Niuew Amsterdam keluaran lama merupakan kapal untuk kontrak pertama saya. Tepatnya pada tahun 1999-2000. Kapal berlayar ke daerah Asia. Paket wisatanya waktu itu lebih dikenal dengan nama Oriental Cruise. Setelah cuti 6 bulan kontrak kedua saya dilanjutkan ke kapal Ms. Westerdam keluaran lama. Kini kapalnya sudah diremajakan. Kontrak kedua, kapal hanya berotasi di daerah Alaska, lalu pindah ke kepulauan Karibia. Kontrak ke tiga adalah Ms. Zuiderdam. Kapal pesiar Ms. Statendam menjadi kontrak ke empat. Kemudian di lanjut lagi ke Ms.Zuiderdam, kemudian ke Ms.Noordam. Pada saat di Ms.Noordam saya hanya kebagian  4 bulan saja karena bulan sisanya saya dipindahkan ke Ms. Niuw Amsterdam.

Ms.Niuew Amsterdam saat itu masih belum berlayar. Kapal masih dalam proses finishing selama kurang lebih dua minggu. Di Ms. Niuew Amsterdam inilah, saya memberikan pernyataan pada diri sendiri, bahwa inilah kontrak terakhir. Motivasi yang mendasari adalah keinginan mengembangkan usaha yang telah saya rintis. Motivasi lainnya adalah perasaan yang berat meninggalkan anak-anak yang mulai tumbuh dewasa. Bismillah, niat tanpa usaha barangkali hanyalah sia-sia. Akhirnya sepulang dari kontrak terakhir saya betul-betul tidak menggantungkan diri dengan kapal pesiar.

Demikianlah, akhirnya keliling dunia dengan kapal pesiar menjadi bagian dari perjalanan indah yang dengan caranya kita sebagai karyawan mendapatkan pengalaman yang mungkin jarang dimiliki oleh orang pada umumnya.


Posted

in

,

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *