Brisbane In The Morning



Semilir angin pagi, menambah aku hanyut dalam keadaan yang lebih tenang
Dua menit lalu kulihat jam digital besar diatas gedung dekat dengan tulisan HITACHI 04.38
menit berikutnya bukan waktu lagi yang kuingat..
tetapi kosong…
kemudian mencerna…
memahami…
mendeteksi alur nafas yang perlahan tertarik rapi dan keluar los.. apa adanya…
keheningan….tetap terjaga…
Sesekali hembusan angin dari atas permukaan air di depanku mencoba menggugah rasa
Untuk menimbulkan pertanyaan yang berbagai bentuk…
Naluri mempertahankanku untuk tetap relaks,enjoy…
siapakah aku…? pertanyaan itu yang paling membabi buta dan ngotot muncul
belum terucap jawaban
Untuk siapa aku…? nerocos mengikuti
Kembali berusaha menjawab
Mau kemana aku setelah mati…?
Dalam diam kutemukan berbagai intropeksi…dan diamku ternyata tidak kosong…
Aku bergumam dengan kekuatan hati yang ingin mendekat….dan bersama -NYA.
Benar-benar luar biasa…sampai aku dapatkan sesuatu yang damai…
sesuatu yang tidak menuntut….
Dan kesimpulan ini terumus menjadi bagian dari pemahaman diriku
bahwa ada saat dimana aku bisa bersama-NYA…
bahwa aku bisa mengadu pada-NYA, kapan saja..
di Solo, di dunia porthole, di apartemen kecil michigan sana, di kamar yang kusewa, di kediaman dan di belahan dunia manapun… dan ingin kulakukan itu dimana saja…

Brisbane -Australia 2008


Posted

in

, ,

by

Tags:

Comments

One response to “Brisbane In The Morning”

  1. Nico Wijaya Avatar

    emang, dimana aja, sisi-sisi spriritualitas itu terkadang muncul..
    lam kenal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *