BIDIK SAMPAH UNTUK PEMBELAJARAN

Malang – Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) menyeriusi pemanfaatan enerfi alternative untuk materi pembelajaran sekaligus pengabdian masyarakat. Setelah mikrohidro, kali ini UMM membidik sumber energy dari sampah. Utamanya sampah yang ditimbun di lokasi pembuangan akhir (LPA) System Sanitary Landfill. Timbunan sampah menghasilkan gas metan yang bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar alternative.
Bekerja sama dengan Unesco-IHE, perguruan tinggi swasta (PTS) terbesar di Malang menggelar kursus managemen pengelolaan sampah (Solid Waste Management). Pematerinya adalah dua orang bule dari Belanda, Maarten A. Siebel Ph. D (Unesco-IHE) dan Ir. Matsen Jorrtsma. Peserta kursus dua semester itu adalah mahasiswa fakultas ekonomi terseleksi.

Kepala CEERD (Center for Energy and Environmental regional development) UMM Bambang Widagdo mengatakan, pihaknya punya dua target saat memasukkan managemen sampah dalam pembelajaran.

Jangka pendek adalah memahamkan mahasiswa akan pentingnya managemen sampah. Sampah nantinya akan selalu mereka temui dan ditumpukan sampah ada nilai positif dan negatifnya. Sepanjang hari, setiap manusia akan menghasilkan sampah rumah tangga, dan selama 24 jam juga, setiap industry dan kegiatan usaha juga menghasilkan sampah. Agar tidak menimbulkan banyak dampak negative, sampah-sampah itu harus dikelola dan dimanfaatkan.

Tujuan jangka panjang, memunculkan manager-manager sampah yang punya kemampuan professional. Kemampuan managemen sampah itu diperlukan karena setiap Kota/ Kabupaten di Indonesia selalu ada tumpukan sampah Perlu manager sampah untuk bisa mengelola barang buangan menjadi energy dan barang bermanfaat. (Malang Kota 29/ 9/ 2008.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *