Belajar Amin

Misal, ada apa dengan 30 atau 40 tahun lagi, sangat keren sekali jawaban anak kecil. Dia akan dengan fantasi, imajinasi, keyakinan, logika nya menjawab bahwa nanti itu akan begini, begitu yang mungkin kita orang tua justru tidak pernah terpikirkan atau justru susah untuk menjawab karena semakin muncul keterbatasan kemampuan berfikir, terlebih mendapati waktu yang dirasa kian sempit karena masalah umur/ usia. “Ya gak tahu, boro – boro 40 tahun lagi, besok aja gak tahu, jalani aja dech, semoga lancar”.

Pendapat orang tua untuk masa depan, akhirnya seperti bersifat memberi support semangat dan pengestu sedang pendapat masa depan bagi anak-anak kecil sebuah rentang waktu yang panjang yang penuh dengan kemungkinan yang full track buat pencarian, kreatifitas, ide yang dapat berkembang menjadi sebuah realitas kehidupan yang luar biasa.

Seseorang, seperti disadarkan “. Bener pak. Tatkala anak saya umur 4 tahun dalam setiap obrolan, kadang dalam setiap berdoa dengan lucunya mengucapkan ” sebut saya ” alya”. .. Alya ingin mobil … ” barangkali sebagai orang tua menganggap ach .. bercanda anak ini? … bagaimana jika si orang tua dengan kemantaban “amien”. 2 bulan berlalu alias masa 2 bulan yang akan datang terkadang mucul sinyal dari seorang anak kecil dengan kepolosanya, dengan imajinasi yang hampir tidak terbatas, dan realitas itu bisa saja terjadi.

Itulah kreatifitas polos tanpa tendensi dan tanpa dibatasi yang seringkali memberi jawaban jawaban memuaskan. Dan kita bisa bertanya banyak hal terhadap anak kecil yang barangkali sering kita sepelekan, dan itu kemungkinan masa depan.


Posted

in

,

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *