Bahan Bahagia Berlimpah

Waktu itu tanpa mengkiaskan wejanganya pada putune yang dugal, mbah menyampaikan ,”Bahan untuk bahagia itu berlimpah-limpah setiap hari. Ketika tidak bahagia, maka mulai saja dengan pertanyaan,”Mengapa tidak bahagia?”. Dari yang umum dulu saja, saat kita melihat diri kita sendiri,begitu banyak nikmat yang ternyata bermuasal dari kasih sayang NYA.  Mata kita bisa melihat gak hanya lurus tapi bisa fleksibel melirik kesana kemari, ditahannya laju pertumbuhan bulu mata dll, sehingga kita tidak repot dibuatnya andai anggota tubuh ini tumbuh sak karepe dewe. Adapun yang dibatasi itu lebih baik sehingga fungsi yang lain yang berkaitan tidak menjadi batal. Jadi batasan itu kadang baik kadang buruk, dan inilah yang mengajari dan menuntun kita semua untuk bersyukur.  Semakin rajin menyadari apa-apa yang menjadi kekurangan akan semakin lapang. Untuk itu kita didawuhi untuk melihat Surat 94 ayat 5 dan 6, Fa inna ma’al usri yusroo, inna ma’al usri yusroo Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Justru dengan adanya yang beberapa dibatasi, dan mampu disyukuri, dibaliknya bukanlah keburukan.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *